Jumat, 26 Februari 2016

Strategi Bisnis dibalik Doa Bebas Hutang - part 2

CEO Words
Rabu, 17 Februari 2016

Melanjutkan tulisan Saya yang kemarin. Kali ini kita akan membahas bait kedua dari doa bebas hutang.

Pada bait pertama, doa ini berbunyi :

Allahumma inni a'udzubika minal hammi wal hazani

Ya Allah, aku berlindung dari kegundahan dan kesedihan.

Di bait kedua, dilanjutkan dengan :

Wa a'udzubika minal 'ajzi wal kasali

Dan aku berlindung dari rasa lemah dan rasa malas.

Maka, pada pembahasan kali ini, kita akan berfokus pada dua hal ini : kelemahan dan kemalasan.

*****

Menyimak doa ini, kita akan memahami bagaimana sebenarnya seseorang bisa terbebas dari hutang atau mencapai apa yang Ia targetkan. Pada tulisan kemarin, Saya sudah membahas bahwa proses berjuang melunasi hutang sangatlah mirip dengan proses bisnis, dimana seseorang dituntut untuk menghasilkan pemasukan yang besar.

Pertama-tama, seseorang harus mengatasi rasa gundah dan sedihnya terlebih dahulu. Maka doanya berbunyi hammi wal hazani.

Kemudian, setelah selesai pada level ketenangan jiwa, seseorang harus mampu bergerak. Maka ia harus mengatasi perasaan lemah dan malasnya. Secara sederhana, dia sudah tenang, tapi jika tenang saja tanpa bergerak, masalah tidak akan selesai.

Lalu pada bait ketiga, "aku berlindung dari kepengecutan dan kebakhilan" - jubni wal bukhli. Dahsyatnya Doa ini, doa ini menuntun seseorang agar tidak hanya bergerak menyelesaikan permasalahan dirinya, namun juga bergerak membantu orang lain. Bait ketiga ini akan kita bahas esok hari.

Kali ini kita akan berfokus membahas langkah kedua.

*****

Saya mengasumsikan, sahabat Ziders telah membaca tulisan Saya di hari kemarin. Anggaplah sekarang kita telah tenang, kita telah mampu melewati kegundahan dan kesedihan kita. Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?

BERGERAK!

Permasalah hutang yang begitu menekan atau target bisnis yang begitu dahsyat terkadang membuat seseorang berada pada perasaan "lemah". Ada jarak yang menganga antara cita-cita dan realita.

Kita terkadang mencitakan lunas hutang, tetapi fikiran tidak mampu menjangkaunya, jejaring terbatas, kemampuan tak ada. Akhirnya kita terjebak pada perasaan lemah.

Hebatnya Doa ini, doa ini menggabungkan rasa lemah dan malas, karena itulah algoritma ini terjadi : Setelah seseorang merasa lemah, ia akan merasa malas.

Kita yang merasa lemah akan mudah enggan melaksanakan sesuatu. Inginnya tidur, lari dari kenyataan, menutup diri, dan ini adalah fase berbahaya bagi seseorang yang sedang berjuang. Termasuk dalam bisnis.

Maka doa ini mengajarkan kita agar berlindung dari rasa lemah dan malas. Dan mentransformasikan kedua perasaan itu menjadi perasaan mampu dan giat.

Catatan penting, kita bukan diminta untuk merasa kuat, karena kekuatan hanya milik Allah. La haula wa la quwwata illa billah. Tidak ada kekuatan kecuali kecuali kekuatan dari Allah.

Yang harus kita bangun adalah keyakinan bahwa ad Zat yang dapat memampukan, ada Zat yang dapat menguatkan, ada Zat yang dapat membuat kita bisa melakukan hal yang menurut kita mustahil untuk dilakukan : Allah.

Maka obatilah rasa lemah kita dengan ilmu akan Allah dan keimanan padanya. Sampai saat ini, Saya sulit berfikir, bagaimana seorang atheist dapat menjalankan bisnis dengan tangguh. Saya akui bahwa banyak atheist yang berbisnis, namun Saya tak mampu menyelami betapa berat tekanan hidupnya.

Bagi Theist atau orang yang beriman, kita menyadari diri kita lemah, Namun Allah Maha Kuat. Kita menyadari bahwa jejaring kita terbatas, tetapi kita harus meyakini bahwa Allah mampu mempertemukan kita dengan siapa saja. Kita menyadari bahwa modal kita terbatas, tetapi kita harus menyadari bahwa Allah tak terbatas modalnya. Lahu ma mirotsussamawati wa ma fil ardh, di tanganNyalah segala perbendaharaan kekayaan langit dan bumi. Seisi alam semesta.

Perasaan akan "dimampukan" ini akan membuat kita dapat mengatasi perasaan selanjutnya : "malas".

Jika kita sudah membuka kemungkinan bahwa target kita insyaAllah tercapai, maka fisik akan relatif lebih ringan bergerak.

*****

Sahabat, dari paparan spritual Saya akan turun pada paparan bisnis di lapangan.

Saya banyak menemukan orang-orang yang tidak mau membuka diri. Saya meyakini bahwa mereka sedang terjebak dalam kelemahan dan kemalasan.

Respon-respon jawabannya senada ...

"Kang Rendy enak, pinter ngomong, nah saya?"

"Kang Rendy enak temennya banyak, nah saya?"

"Ya itu kan elu rend, gw mah beda, gak bakalan rend.."

Mulai saat ini, cobalah membangun kesempatan di hati, bahwa segala sesuatu itu mungkin.

Saya memohon kepada Anda yang tertaqdir bertemu tulisan saya, berhentilah mengurung diri, berhentilah mengumpat diri dan berhentilah memaku diri. Bergeraklah seperti air sungai yang mensucikan, jangan diam seperti air peceran. Maaf ya. Nusuk.

Bergerak itu membuka kesempatan demi kesempatan. Mulailah bertemu dengan banyak orang. Jika tidak bisa hadir pada seminar berbayar, datanglah pada temu-temu positif, bergaulah dengan orang-orang positif. InsyaAllah Anda akan sembuh dari rasa lemah dan malas.

Mari, bukalah kesempatan dengan bergerak. Sayangi diri Anda, teman-teman yang menginginkan kebaikan hidup untuk Anda. Orang tua yang menunggu baiknya kehidupan Anda.


Artikel Terkait :

Strategi Bisnis dibalik Doa Bebas Hutang - part 1


Strategi Bisnis dibalik Doa Bebas Hutang - part 1

CEO Words
Selasa, 16 Februari 2016

Abu Umamah tersedu diluar waktu sholat. Memaku diri di pojok masjid. Lalu Rasul pun tak sengaja melihatnya dan bertanya, apa gerangan yang membuat Abu Umamah bersedih hati.

"Hutang ya Rasulullah, Hutang.." jawab Abu Umamah penuh gundah.

Maka Rasul pun berkata "maukah engkau kuajarkan sebuah doa, yang apabila kau baca di pagi dan petang, maka Allah akan melunasi hutang-hutangmu..."

Tentulah Abu Umamah langsung menyambutnya,

Terhadir Doa pada 14 abad yang lalu, atas sebab masalah Abu Umamah ...

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ , وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ , وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ , وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Allahuma inni a’udzubika minal hammi wal hazani wa a’udzubika minal ajzi wal kasali wa a’udzubika min ghalabatid dayni wa qahrir rijaali.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kebakhilan dan sifat pengecut. Dan aku berlindung kepada-Mu dari terjerat hutang dan ketertindasan.” (Riwayat Abu Dawud)

*****

Doa tersebut dapat kita temukan dalam berbagai rangkaian dzikir. Sebuah doa yang cukup familiar dikalangan ummat Islam.

Berbicara tentang melunasi hutang, sebenarnya berbicara tentang bagaimana menghadirkan pemasukan lebih besar daripada kebutuhan hidup, untuk kemudian kita dapat menyelesaikan hutang yang kita miliki.

Bisnis sebenarnya memiliki kaidah yang sama. Penerimaaan dari transaksi penjualan, harus melebihi cost operasional dan berbagai biaya terkait yang ada. Barulah hadir profit. Dan dari profit inilah kita dapat memperbanyak modal bisnis atau melunasi hutang yang ada.

Disinilah Saya menemukan titik temu antara proses mengejar pembayaran hutang dan proses bisnis. Keduanya hampir memiliki tujuan dan target yang sama : pemasukan besar.

*****

Jika kita meresapi kembali doa bebas Hutang, maka kita akan menemukan kode-kode rahasia dari pertumbuhan kehidupan seseorang.

Walau sebab hadirnya doa ini adalah kasus hutang, namun permasalahan hutang tersebut terucap pada bait doa keempat. Tiga bait pertama dari doa bebas hutang ini berbicara hal-hal diluar hutang. Inilah hal yang jarang disadari.

Mari kita bahas satu persatu,

1. Berlindung dari hamm (gundah) dan hazan (sedih)

Doa ini diawali dengan permohonan berlindung dari kegundahan dan kesedihan. Hal ini menuntun kita pada sebuah pemahaman penting bahwa gundah dan sedih adalah penghalang produktifitas.

Hamm atau gundah adalah gemuruh gelisah di hati. Pebisnis yang menjalankan bisnisnya dengan kegelisahaan seperti seseorang yang berkendara didalam kabut tebal. Ia akan sulit melihat jalan secara jelas. Kegelisahan bukan hanya disebabkan oleh hutang, bisa jadi oleh luka masa lalu, kekecewaan, kemarahan dan banyak emosi negatif lainnya.

Makadari itu, ketika Anda sudah berniat bahkan sedang menjalankan bisnis. Sering-seringlah memohon sakinah didalam hati. Dan bermohonlah agar kegundah tidak menggelayut di dalam hati Anda.

Doa ini seakan mengajarkan kepada kita agar membereskan masalah hati kita terlebih dahulu, baru melangkah dengan baik. Hindarkanlah kegelisahan, karena Allah selalu membersamai hambaNya. Hapuslah kegelisahan dengan meyakini bahwa Allahlah yang menggenggam masalah beserta jalan keluarnya.

Berikutnya adalah hazan. Kesedihan ternyata menurunkan motorik hingga 40% lebih. Orang sedih cenderung tidak sigap, lunglai dan tak ber-energi. Kesedihan juga menurunkan kecepatan berfikir. Hal ini tentu menghambat produktifitas Anda.

Hazan atau sedih adalah sebuah sikap tidak menerima apa yang sudah terjadi. Kata hazan biasa disandingkan dengan khauf atau khawatir. Bedanya dengan hazan, khauf adalah khawatir atas apa yang akan terjadi.

Banyak diantara pebisnis yang masih menyimpan "hazan" didalam dirinya. Ada yang tidak terima dengan apa yang sudah terjadi, cenderung menyesali berlebihan, bahkan selalu berandai-andai agar ia bisa mengulangi hidupnya. Dan yang paling parah adalah sikap menyalahkan taqdir atas apa yang terjadi hari ini.

Maka sangatlah jelas, kesedihan haruslah hilang dari hati Anda. Disinilah pentingnya bersyukur. Disinilah pentingnya melakukan reframing atas apa yang terjadi. Disinilah pentingnya kita memohon Allah membahagiakan hati kita.

Alhamdulillah, banyak hutang, mungkin ini cara Allah gugurkan dosa-dosa dan pacu Saya menjadi lebih ptoduktif.

Alhamdulillah, ketemu supplier yang tidak amanah, mungkin ini pelajaran agar terus perbaiki sistem purchasing atau sistem kontrol yang baik.

Alhamdulillah, Allah Maha Penyayang, masalah sebegini berat, Saya masih diberi kesempatan jualan, masih diberi kesempatan bergerak.

Yuk.. hapus kesedihan.

*****

Ziders yang disayangi Allah. InsyaAllah tulisan ini akan Saya buat 3 part. Belajarnya pelan-pelan. Jadi gak kaget.

Menurut Saya, inilah PR besar bagi seorang pebisnis. Terkadang solusi itu bukan pada canggihnya cara bisnis atau hebatnya strategi. Terkadang solusi bisnis itu hadir dari ketenangan bathin, kejernihan jiwa dan hati yang terus bersyukur.

Sebelum biacara strategi, tanyakan pada batin kita, apakah kita dalam kondisi gundah? apakah kita dalam kondisi sedih? Apakah kesedihan kita ini adalah sedih taqorub ataukah sedih kufur nikmat?

Tak ada gerak positif yang terjadi didalam kekeruhan. Tak ada cahaya jiwa yang memancar dari kesedihan.

"Percuma mobil mantep, kalo kaca depannya kotor, pekat berdebu. Itulah hati, sebagaimana pun lebarnya jalan, jika kaca depan kotor, jalan tetap tidak kelihatan" - Aa' Gym

Saling mendoakan ya Ziders,

Rendy Saputra
CEO KeKe Group

#ZidClub160216


Artikel Terkait :

Strategi Bisnis dibalik Doa Bebas Hutang - part 2



.

Rabu, 17 Februari 2016

NLP Dan Penjualan

Sambil menunggu pesawat boarding menuju ke Padang, saya tulis artikel ini .

Dalam pelatihan yang saya bawakan, peserta yang datang awal dan menunggu acara dibuka biasanya akan saya putarkan film “GAG Only Joking” atau film seperti “Mr. Bean”. Tentunya Anda semua pernah menonton semacam itu, lucu sekali adahal nyaris tanpa kata-kata. Film itu mampu mengocok perut kita sekalipun hanya berisi adonan alur cerita diiringi musik dan gumaman suara yang tidak jelas.

– Dari mana pesan lucu itu dikirimkan?

– Bagaimana kita bisa mengerti atau menangkap pesan yang mereka maksudkan?

– Apakah ini berarti bahwa kita bisa berkomunikasi tanpa kata-kata?

Memang demikianlah, ternyata pesan dan makna bisa disampaikan tanpa menggunakan kata-kata. Inilah yang disebut bahasa tubuh yaitu gerakan tubuh, ekspresi dan lain-lain yang mengirimkan pesan pada kita tanpa menggunakan kata-kata.

Bagi yang sudah ikut pelatihan Persuasive Selling  With NLP, pasti masih ingat pada teknik 3 V, yakni Verbal, Vocal, Visual. Yakni melipatgandakan kekuatan kata-kata dengan menggunakan 3 V sekaligus : Verbal (pilihan kata-kata yang tepat), Vocal (intonasi), dan Visual (bahasa tubuh).

Film Mr. Bean menunjukkan pada kita mengenai komponen Visual (bahasa tubuh), nah bagaimana dengan komponen Vocal (intonasi) dalam penyampaian pesan?

Coba kita ingat saat-saat anda masih pengantin baru, lantas pasangan anda kelihatan merajuk. Sebagai pasangan yang baik kita berusaha memperbaiki situasi dengan bertanya padanya “Lho, kamu kenapa kok cemberut gitu say…?”Lantas  isteri anda menjawab “Nggak kenapa-napa kok!!!”. Nah lu!

Secara verbal, ia mengatakan “gak kenapa-napa”, tapi anda menyadari bahwa ia marah dari dua hal, pertama bahasa tubuhnya kelihatan merajuk, dan intonasi suara yang dipergunakan kedengaran ketus atau judes.

Pada saat itu  anda bisa menilai seberapa marah isteri anda berdasarkan judesnya intonasi yang dipakainya. Jika dalam perhitungan kita intonasinya masih wajar, maka biasanya dibiarkan saja. Di sinilah terasa bahwa intonasi amat berperan dalam membentuk makna.

BAHASA TUBUH DALAM PENJUALAN

Bagi seorang penjual / frontliner sangatlah penting untuk menguasai ilmu bahasa tubuh dalam meningkatkan jumlah penjualannya. Setidaknya ada dua kegunaan mempelajari bahasa tubuh :

1. Perbaiki bahasa tubuh kita selaku frontliner, agar lebih persuasif.

Bahasa tubuh harus dipergunakan secara selaras dengan kata-kata yang digunakan. Misalnya, saat menjelaskan suatu produk tangannya bergerak-gerak tidak beraturan sama sekali. Gerakannyapun tidak ada konsistensi, kadang ia menjelaskan sesuatu dengan tangan kanan, sejurus kemudian saat menjawab pertanyaan mengenai hal sama ia mempergunakan tangan kiri. Lambat laun pembeli akan cenderung mengabaikan gerakan tangannya, karena terlihat tidak ada relevansi dengan pesan. Artinya si frontliner tengah menyia-nyiakan kegunaan dari alat komunikasi yang dahsyat ini.

Salah satu teknik rahasia NLP ada yang disebut sebagai “subtle pointing”, yang berarti menunjuk secara tidak kentara. Yakni pada saat kita bicara segala sesuatu yang baik, hebat, menarik, positif, dan seterusnya, maka gunakan salah satu jari tangan Anda untuk menunjuk objek yang dijual. Nah, cara menunjuknya harus terlihat seperti tidak sengaja (unintended) dan tidak terlalu kentara. Tekniknya dengan cara mata kita tidak melihat tangan kita yang sedang menunjuk, dan gerakan tangan seperti mengalir wajar saja.

Akibat teknik itu, pikiran bawah sadar calon pembeli akan mengenali adanya asosiasi bawah sadar antara kata “bagus, baik, hebat dan seterusnya” itu dengan produk kita. Ingat di sini kita menggunakan komunikasi bawah sadar, bukan komunikasi dengan pikiran sadar. Sebab kalau kita menggunakan komunikasi sadar, maka pembeli akan mikir “terang aja Lu bilang bagus, lha yang jual juga Lu sendiri.” Kalau kita memakai komunikasi sadar, maka yang dilakukan sebaliknya, tangan kita akan menunjuk dengan jelas pada produk yang kita jual sambil mengatakan “Produk yang ini bagus pak, keren, dan seterusnya”

2. Amati bahasa tubuh calon customer untuk bisa “membaca” pikirann

Amati bahasa tubuh calon customer untuk bisa “membaca” pikirannya.

Dalam NLP ada istilah “callibration” (kalibrasi), yakni proses mengamati kondisi fisiologis seseorang untuk membuat ukuran secara spesifik bagaimana kondisi pikirannya saat itu.

Kalibrasi ini dilakukan dengan memberikan pertanyaan pemancing untuk mengakses memori tertentu dalam pikirannya sehingga pembeli masuk pada state of mind yang diinginkan. Misalkan : “Pak, kapan terakhir kalinya Anda membeli produk dan puas, bisa dijelaskan?”. Pada saat calon pembeli menjawab, lakukan pengamatan pada kondisi fisiologisnya, cari perbedaan antara kondisi normal dan kondisi ini (puas membeli).

Nah, lakukan juga kalibrasi pada saat ia tidak puas, misal dengan menanyakan pembelian apa yang pernah disesali. Lihat dan ukur perbedaan fisiologisnya. Dengan demikian Anda sudah punya dua alat ukur : (1). Kondisi fisiologis (observable) saat ia puas, dan (2). Kondisi Fisiologis saat ia tidak puas.

Jelas dalam konteks ini kaibrasi melangkah lebih jauh dibandingkan teori-teori bahasa tubuh (non verbal biasa), karena Anda melakukan pengukuran secara spesifik pada diri seseorang, bukan pukul rata bagi setiap orang.

Saat Anda “menggiring” pembicaraan ke arah closing (penutupan), gunakan alat ukur tadi untuk menilai apakah situasi internalnya sudah cocok/siap untuk dilakukan closing.

INTONASI DALAM PENJUALAN

Semua dari kita pernah mengalami peristiwa yang mengesankan, yang membuat antusias untuk bercerita pada orang lain. Nah, coba diingat-ingat bagaimana cara kita menceritakan peristiwa yang berkesan dan membuat antusias? Ciri termudah yang kita kenali adalah dari intonasi yang kita gunakan, biasanya kitapun akan menceritakan dengan nada bersemangat, antusias, meledak-ledak penuh penekanan di sana sini.

Kadang saya merasa aneh saat melihat seorang frontliner yang tengah menjelaskan suatu produk secara monoton, suara lemah dan datar. Entah ia sudah capek jualan, mungkin dia cuman karyawan yang bekerja terpaksa daripada nganggur, atau yang lagi kesal ama bossnya. Namun saya sering ketemu sikap seperti itu juga yang dilakukan oleh penjaga yang sebenarnya adalah pemilik toko itu sendiri. Aduh kasian deh, saya jadi ingat pepatah China kuno “Jika nggak bisa senyum jangan buka toko”.

Saat seorang pembeli minta informasi produk pada frontliner, dan dijawab dengan datar, lemah, monoton, maka pembeli akan ¡§menangkap¡¨ pesan bahwa penjual sendiri juga punya perasaan datar, bosan dan tidak tertarik pada produk itu.

Ingat suatu motto dalam NLP “We go first!”, yang artinya “Kita yang lakukan lebih dulu, baru orang lain akan ikut-ikutan”. Jika kita ingin pelanggan semangat dan antusias pada produk, tunjukkan bahwa kita antusias pada produk. Intonasi yang kita gunakan saat mempromosikan suatu produk haruslah mencerminkan situasi bahwa produk ini bagus, menarik untuk dimiliki, rugi jika nggak membeli. Proyeksikan kesan itu dalam intonasi suara anda. Berlatih mengenali seperti apa intonasi suara yang akan membuat pendengar Anda berpikir kata-kata itu penting, intonasi yang membuat pelanggan lebih percaya dan seterusnya.

Sebagai penutup, sejarah mencatat, Bung Karno tokoh kharismatis dan diangggap memiliki bakat berbicara, ternyata saat masih muda di Bandung berlatih berpidato di depan cermin. Jadi tidak ada orang dilahirkan langsung bisa menjual, rajin berlatih akan menjadikan kita mendekati kesempurnaan.

Eliyati Bahri

Kuat dalam Keuangan

" Orang yg kuat dalam hal keuangan, maka اَللّهُ  tidak akan menguji dengan masalah keuangan " Ustadz Rahmat Abdullah.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Ikhwahfillah, demikian pentingnya kita kuat dalam hal keuangan ini,  sehingga Alm Ustadz Rahmat mewasiatkan hal demikian. Demikian pula hasil penelitian terhadap orang-orang yg kaya, ternyata mereka adalah orang-orang yg cerdas dalam hal keuangan. Untuk itu sangat urgen buat seorang al akh untuk mempelajari tentang bagaimana cara cerdas dalam hal keuangan ini.

Berikut ini adalah cara bagaimana untuk mengelola keuangan yg disampaikan Bpk Heppy Trenggono, seorang pengusaha nasional, yg giat mengkampanyekan beli Indonesia :
1. 10 % dari penghasilan untuk sedekah.
2. 10 % dari penghasilan untuk tabungan investasi.
3. Secukupnya Belanja buat keluarga
4. Membayar cicilan dan keperluan lain-lain.

Kita bahas dulu satu persatu.
Kenapa kita perlu bersedekah 10%, karena inilah tabungan buat hari ahir kita dan sedekah ini telah اَللّهُ  janjikan akan dibalas 10-700 x lipat sesuai dengan kehendak اَللّهُ . Sedekah inilah yg akan menjaga usaha kita, اَللّهُ  akan lindungi kita dari musibah, bala bencana dan penyakit.

Kedua kenapa kita perlu menabung 10% buat tabungan investasi? Karena ini untuk masa depan kita. 10% nilainya kecil kalau dihitung perbulan, tapi saat dikumpulkan dalam 5 tahun, ini akan luar biasa jumlahnya, akan bisa untuk membuat usaha baru atau investasi dalam berbentuk aset.

Ketiga, secukupnya buat keluarga, ini untuk penjagaan saat sekarang, agar keluarga terpenuhi sehingga keluarga bisa tenang dan tentram. Saat tenang, saat itu pula seorang pengusaha bisa berpikir logis dan terarah.

Keempat, sisa dari 3 point diatas untuk membeli keperluan-keperluan lain ataupun buat membayar cicilan pribadi dan lain-lain.

Demikianlah cara cerdas untuk mengelola keuangan, dan yg terpenting adalah disiplin untuk melaksanakannya. Karena apalah artinya pengetahuan tanpa diiringi amal-amal yg nyata, mungutip nasehat imam Syahid Hasan Albanna.

Oya, terahir, untuk melaksanakan point-point diatas, ada contoh sederhana dari seorang sahabat yg telah sukses dalam usahanya. Beliau mencari kaleng susu bekas, kemudian menutup atasnya dan melobangi, membuat kencleng-kencleng buat poit-point diatas. Ini istiqomah beliau lakukan sehingga اَللّهُ  kuatkan beliau dalam  hal finansial. Demikianlah, semoga bermanfaat.

Uhibbukumfillah

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Sekretariat Genpro Bandung Raya.

Selasa, 09 Februari 2016

RAHASIA DIBALIK DOA NABI YUNUS - Sebuah Ibroh untuk Pebisnis -

by :
Rendy Saputra
CEO KeKe Group
www.keke.co.id

Jalan para pebisnis adalah jalan yang penuh liku. Tak hanya liku, jalan para pebisnis juga berhiaskan jurang dikanan dan dikiri. Tak sedikit pebisnis yang harus terjerambab dalam jurang yang dalam lagi gelap.

Semua bisa saja terjadi. Itulah bisnis. Bisa saja realita tidak berjalan sesuai rencana. Bisa saja ada satu dua pihak yang secara tidak langsung menjadi biang masalah. Ada invoice yang tak terbayar, ada penalti yang tiba-tiba harus kita bayar, ada kehilangan barang ditengah ekspedisi, ada pemasukan yang tidak sesuai perencanaan, padahal jadwal pengembalian pinjaman terus menghantui.

Gelap... gelap... dan gelap.

Berbicara tentang kegelapan, ada sebuah kisah Nabi yang harus melewati episode kegelapan. Dialah Nabi Yunus 'alaihissalam. Seorang Nabi yang "gagal" bersabar mendakwahi ummatnya, pergi berlayar keluar kampungnya, kemudian harus terpilih untuk dibuang dilaut agar mengurangi beban kapal yang oleng, ditelan paus, lalu terjebak dalam gelap yang panjang. (QS Ash-Shofat: 139-148)

Para mufasirin menyebut apa yang dialami Nabi Yunus sebagai tiga lapis kegelapan:

1. Gelapnya perut ikan
2. Gelapnya lautan
3  Gelapnya Malam

Kejadian ini membuat Nabi Yunus AS tersadar akan kesalahannya. Beliau kemudian bertaubat dengan sangat. Memuji Allah, kemudian mengakui kesalahan diri.

Paus itu kemudian diperintahkan Allah untuk merapat ke tepi pulau. Disanalah Nabi Yunus dimuntahkan. Di tepi pulau tersebut, terdapat tanaman buah yang menyehatkan. Lalu sekembalinya Nabi Yunus AS ke kaumnya, ternyata mereka sudah beriman.

Sangat menarik. Taubat Nabi Yunus AS bukan hanya mengeluarkan Nabi Yunus dari kegelapan perut ikan, namun Allah juga membuat kaumnya beriman, tanpa harus Nabi Yunus lelah berdakwah. Allah seakan memberi solusi berganda atas berbagai masalah sekaligus.

Yang menjadi pertanyaan besar kita, doa apakah yang diucapkan oleh Nabi Yunus 'alaihissalam?

Doa tersebut diabadikan didalam Al Qur'an pada surah Al Anbiya ayat 87:

وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَـٰضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقۡدِرَ عَلَيۡهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَـٰتِ أَن لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبۡحَـٰنَكَ إِنِّى ڪُنتُ مِنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap bahwa: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim".

Itulah dzikir Nabi Yunus didalam perut ikan, itulah doa nabi Yunus kepada RabbNya. Tak ada satupun kalimat minta dikeluarkan dari perut ikan, tidak ada satu pun kalimat protes, yang ada hanyalah taubat, memuji Allah dan mengakui kesalahan.

Laa ila ha illa anta, subhanaka, inni kuntu minadzholimin....

*****

Bertumbuh didalam dunia Dakwah dan Bisnis, mendorong Saya untuk selalu mencari titik temu terhadap keduanya. Dan disinilah Saya menemukan makna mendalam dari dzikir Nabi Yunus. Sebuah makna yang sangat erat dengan proses bisnis itu sendiri.

Baiklah, mari kita bahas.

Sebenarnya, apa makna mendalam dari dzikir Nabi Yunus 'Alaihissalam?

Saya membaginya kedalam tiga bagian besar.

1. Laa ilaha illa anta, Tiada Ilah selain Allah.

Langkah pertama ketika terperosok dalam gelap adalah membangun "kemungkinan" bahwa suatu saat kita pasti akan keluar dari gelapnya masalah ini. Atau dengan kata lain, kita membunuh kemustahilan. Karena banyak yang merasa "mustahil" dapat keluar dari gelap yang mencekam.

Lihatlah suasana bathin Nabi Yunus AS, laa ilaha illa anta berarti pengakuan bahwa tiada yang aku sembah kecuali Allah, tiada yang aku takuti kecuali Allah, termasuk tiada yang dapat menyelamatkan aku kecuali Allah. Nabi Yunus AS sedang membangun optimisme.

Para Ziders yang budiman. Ketika kegelapan bisnis menerpa, terkadang kita merasa bahwa dunia akan berakhir. Kita terkadang merasa sudah tertelan ikan paus dan akan terlumat didalam perut ikan. Kita merasa dan meyakini bahwa masalah yang kita hadapi tidak ada jalan keluarnya.

Disinilah jebakan setan kepada para pebisnis. Setan membangun pesisme, setan membangun kelemahan jiwa. Belajar dari Dzikir Nabi Yunus, beliau memulai dizkirnya dengan mentauhidkan Allah. Beliau memulai dzikirnya dengan sebuah pengakuan mendalam bahwa Allahlah Tuhannya, penolongnya, pelindungnya, dan pengurusnya.

Maka ziders sejati adalah mereka yang memantapkan keimanan ketika jatuh dalam gelap. Bukan malah kehilangan keyakinan!

Langkah pertama ketika Anda jatuh kedalam gelap adalah membangun kemungkinan bahwa suatu saat Anda dapat keluar dari gelap ini. Dan dialah Allah yang dapat mengeluarkan Anda. Ini langkah bathin pertama. Membangun keyakinan.

2. Subhanaka, Maha Suci Engkau.

Bagian kedua dari dzikir ini adalah pengakuan atas kesucian Allah.

Para mufasirin menjelaskan, Subhanaka berarti mengakui bahwa Allah suci dan bersih dari segala kezaliman. Allah bersih dan suci dari kesalahan. Termasuk salah taqdir, salah setting, salah skenario dan kesalahan-kesalahan lainnya.

Bayangkan, Jika kita berada pada posisi Nabi Yunus, mungkin kita bertanya tanya :

Mengapa Saya? Mengapa harus Saya yang ter-undi terbuang ke laut? Mengapa nasib Saya naas seperti ini? Saya kan nabiMu Ya Rabb, Saya kan orang sholih, dan seterusnya. Faktanya, Nabi Yunus tidak demikian.

Nabi Yunus membangun sebuah kesadaran bahwa tertelannya dia di perut ikan adalah bukan kesalahan Allah dan bukan kesalahan taqdir. Karena Allah suci dari hal hal yang salah.

Inilah yang harus dibangun oleh para Ziders ketika kegelapan bisnis menerpa. Bersangka baiklah pada Allah, dan HENTIKANLAH sangka buruk padaNya.

Terkadang, tak jarang ketika ada masalah, kita serta merta tidak terima akan taqdir yang terjadi. Kita gak terima atas keadaan yang menimpa. Kita gak terima, kok supplier tega banget nipu kita (misalnya). Kita gak terima, kenapa kok daya beli tiba-tiba turun, sementara investasi sudah disuntik ke bisnis baru. Kita suka gak terima, mengapa Allah timpakan ini dan itu.

Belajar dari Nabi Yunus, harusnya kita langsung menyadari bahwa Allah gak mungkin salah skenario danAllah gak mungkin zalim. Terjerambabnya kita hari ini pastilah memiliki makna. Sebuah makna yang akan membawa kebaikan pada kehidupan kita.

Makadari itu, Nabi Yunus langsung menyambung dzikir ini dengan kalimat penutup yang mencengangkan.

3. Inni kuntu minadzholimin, sungguh sungguh aku yang dzholim.

Kalimat penutup dzikir Nabi Yunus ini adalah sebuah pengakuan, bahwa terjebaknya ia dalam tiga kegelapan adalah salahnya sendiri. Nabi Yunus tidak serta merta menyalahkan ABK yang membuangnya. Beliau juga tidak menyalahkan ummatnya yang tak kunjung beriman. Namun beliau menyalahkan diri sendiri. Beliau menyadari bahwa ini adalah salah beliau, ini adalah akibat dosa beliau, yang tak sabar menunggu kaumnya beriman.

Para Ziders yang disayang Allah, mari kita selami hati kita, apakah kita sedang menyalahkan diri sendiri? Atau kita sedang menyalahkan orang lain?

Ketika Anda menyalahkan orang lain atas terjerambabnya diri Anda, maka relatif Anda fokus ke hal hal diluar Anda. Dan faktanya, hal hal diluar Anda tidak bisa Anda kendalikan.

Namun jika Anda mengalamatkan kesalahan pada diri Anda sendiri, maka hati Anda akan lebih damai, karena Anda pada dasarnya mampu merubah diri anda sendiri.

Ketika mitra bisnis menyakiti Anda, maka Anda segera kembalikan kepada diri Anda : "mungkin Saya terlalu buru buru bermitra, mungkin saya kurang jeli"

Ketika Anda mengalami kehilangan barang ditengah ekspedisi : "mungkin Saya salah memilih ekspedisi, mungkin Saya ada dosa-dosa yang menghambat bisnis, mungkin Saya sudah lama tidak bercengkrama dengan keluarga, mungkin Saya ada menahan rezeki orang lain"

Ketika Anda harus bergelut dengan jadwal pengembalian pinjaman : "Saya begini mungkin karena memang ambisi Saya yang salah, Saya memang kurang perhitungan, Saya terlalu pede."

Sahabat Ziders, ketika bathin kita sudah mengakui : bahwa memang kita yang Zalim pada diri kita sendiri, insyaAllah kita akan lebih bertanggung jawab dalam memperbaiki diri ini. Berbeda jika kita menyalahkan orang lain, maka kita relatif akan terus berfokus untuk menunggu berubahnya pihak lain. Padahal itu sama sekali tidak menyelesaikan masalah.

*****

Sahabatku, jika dirangkum, ada tiga langkah bathin yang harus kita amalkan agar kita dapat keluar dari gelapnya kehidupan :

1. Mengakui Kekuatan Allah.
2. Mengakui Kesucian Allah.
3. Mengakui kesalahan diri sendiri

Yuk sahabatku, berhentilah pesimis, jauhilah putus asa. Sedalam apapun jurang yang menelanmu, akan sepanjang itulah tali pertolongan Allah padamu.

Yuk, mari sucikan Allah, Allah gak mungkin salah setting, salah skenario, salah taqdir dan salah-salah yang lainnya. Semua kegelapan ini terjadi atas izinNya, dan pastilah ia punya maksud.

Yuk, berhenti menyalahkan orang lain, ini adalah hidup kita, gelap yang menyelimuti hari ini adalah masalah kita. Kita yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Menyalahkan orang lain hanya membuat kita makin stress.

Ingat, kita sedang berada di jurang yang gelap, tanpa sesiapapun yang menemani, jika Anda masih menyalahkan orang-orang yang berada diatas permukaan, maka kegelapan Anda awet. Mohon direnungkan.

Hanya TAUBAT yang dapat menjadi jalan pembuka, bagi KEGELAPAN yang menerpa.

Semoga bermanfaat,

Sesiapapun yang sedang terjerambab dalam gelapnya bisnis, semoga Allah segera ulurkan pertolongan, agar kita semua bisa melihat terang kembali.





.

Kamis, 04 Februari 2016

BISNIS ANTARA SUNNATULLAH DAN NASHRULLAH

Jika ditanya, "Apakah anda ingin cita-cita anda menjadi kenyataan, baik itu kehidupan atau bisnis?". Tentu kita menjawab, "Setiap orang pasti meinginkan cita-cita nya dapat menjadi kenyataan".

Dari renungan, dan berdasarkan pengalaman diri dan client, ternyata ada 2 istilah yang menjadikan cita-cita atau impian kita bisa tercapai.


1. Sunnatullah

Sunnatullah itu adalah hubungan sebab-akibat. Karena sebab sesuatu maka ber-akibat sesuatu. Contoh dari pepatah lama :
- Rajin pangkal pandai
- Malas pangkal bodoh
- Hemat pangkal kaya
- Boros pangkal miskin


Ini lazim kita yakini. Misalkan dalam bisnis, bisnis yang dimanajemen (kelola) dengan baik, akan menghasilkan bisnis yang kuat dan besar. Sebaliknya, bisnis yang tidak dikelola dengan baik, akan berujung kebangkrutan. Apa yang perlu di-manaje dalam bisnis?
Kata coach, ada 4, yaitu :
a. Pemasaran (cari uang)

b. Financial (kelola uang)
    Ini sangat penting untuk mengetahui kondisi REAL keuangan bisnis kita, sehingga kita tahu arah mengalir uang kita. Sehingga kita tidak lagi mengatakan "Penjualan meningkat, uangnya mana?"
Bisa jadi, ada kebocoran-kebocoran yang menggerogoti laba/keuntungan. Atau beban-beban yang tidak terkontrol. Anda bisa mencoba Aplikasi Gratis ini untuk mengotomatiskan data financial bisni anda..Klik http://bit.ly/1mfeVoW

c. SDM (cari talenta)
    Berdasarkan data finansial, kita bisa mempertimbangkan untuk merekrut orang yang akan mendelegasikan sebagian tugas kita, agar kita bisa menggunakan waktu untuk mengembangkan bisnis kita

d. Operasional
    Terakhir, untuk bisa menjadikan bisnis berjalan dengan baik dan teratur, diperlukan sebuah standar operasional prosedur yang sering kita sebut SOP.

Itulah sunnatullah yang harus kita lakukan untuk menghasilkan bisnis yang kuat dan besar.

2. Nashrullah

Nah, ini yang kadang dilupakan. Bisnis yang terus berkembang walau manajemen ala kadarnya dikarenakan Pertolongan Allah (nashrullah). Pertolongan yang didapat karena amalan-amalan rutin yang dikerjakan pelaku bisnis.
Karena amalan sedekah, Allah jaga dari mitra-mitra yang ingin menipu
Karena amalan tahajjud, Allah jaga dari kerjasama yang akan berujung pada kerugian
Karena amalan duha, Allah beri karyawan yang loyal dan jujur
Karena amalan puasa, Allah antarkan customer-customer yang membahagiakan
Karena amalan Quran, Allah jumpakan dengan supplier yang memberikan harga yang murah dan berkualitas
Karena amalan sholat diawal waktu, Allah hilangkan segala sesuatu yang menjadi beban fikiran.

Itulah beberapa amalan yang bisa menjadi jalan terselesainya masalah walau tanpa kita sadari
Ingatkah anda tentang kisah "3 orang yang terkurung dalam gua akibat batu yang menutup pintu keluar???"

Baik, tentu disini saya bukan menyuruh anda memilih salah satu.

Hanya saya ingin mengajak anda berfikir, bagaimana kalau kita mengerjakan keduanya???


Dear,



Sua Betria Dhani, SP









.

Selasa, 02 Februari 2016

KAIDAH USHUL FIQIH

"Kalau belum bisa mengerjakan semua
Jangan tinggalkan semua"

Kalau belum bisa tilawah 1 juz, minimal 2 baris

Kalau belum belum bisa puasa Senin-Kamis, minimal Senin aja

Kalau belum bisa tahajjud sesudah tidur, minimal witir sebelum tidur

Kalau belum dapat KATERING yang FULL SEHAT, minimal ke KATERING UMMI aja,HP : 08116001182 , 100% NON MSG, Bahan Segar, Minyak Kemasan

Kalau belum bisa mencatat transaksi keuangan BISNIS dengan SOFTWARE, minimal catat manual aja

Kalau belum bisa beli APLIKASI yang BERBAYAR, ni ada APLIKASI AKUNTANSI SUA SOFT GRATIS
Download dan langsung pakai, KLIK aja link dibawah ini

Alat Musik