Minggu, 09 Oktober 2016

DARI MANA DATANGNYA UANG

Kang Dewa

DARI MANA DATANGNYA UANG?”
Beberapa dari kita menjawab dengan jawaban yang berbeda- beda, diantaranya adalah:
1.        Jualan
2.       Transaksi
3.       Jasa
4.       Kerja
5.       Undian
6.       Gadai
7.       Pinjam
8.       Dan lain lain

Dari beberapa jawaban diatas, Dewa Eka Payoga mengkoreksi dan menjelaskan alasannya. Jawaban yang pertama, kedua, ketiga, keempat beliau memperbolehkan.  Tapi untuk jawaban dari point 5- 7, beliau menyarankan untuk tidak dilakukan. Karena jika kita menunggu undian, seperti menunggu sesuatu yang tidak pasti. Menggadaikan suatu barang pun tidak disarankan, karena bagaimana jika kita mempunyai uang untuk menebusnya, pinjam pun tidak disarankan karena khawatir tidak mampu membayarnya, apalagi sampai bayar hutang dengan meminjam uang kepada yang lain. Jadi cara terbaik kita mendapatkan uang ialah dengan melakukan transakisi jual beli, baik barang maupun jasa.
     
     Perbedaan pendapatan karyawan dan pengusaha tentu berbeda. Jika karyawan, misalkan di bulan pertama gaji nya sekitar 2 juta, maka bulan depan masih 2 juataan bulan selanjutnya 2 juta, tahun- tahun selanjutnya baru nambah menjadi sekitar 2,5 juta, dan seterusnya, cenderung memiliki pola tertentu. Sedangkan untuk menjadi pengusaha memiliki pola yang berbeda, dan harus pantang menyerah, karena terkadang usaha yang kita jalankan, adalah bukan usaha yang pertama kita buka. Terkadang usaha yang pertama gagal, membuat lagi usaha yang kedua, usaha yang kedua gagal, membuat lagi usaha yang ketiga, usaha ketiga gagal, kemudian membuat usaha yang keempat.  Satu hal yang perlu kita ingat adalah Pantang Menyerah, dan Coba Terus. Untuk awal- awal kita akan sering mengalami jatuh dulu. Tapi bila kita melakukan koreksi terhadap kesalahan- kesalahan yang kita lakukan dan memperbaiki kesalahan tersebut, maka grafik kita akan naik terus keatas. Saat kita telah diatas dan berada dititik jenuh, jangan lupa untuk selalu melakukan INOVASI.
Perlu diingat bahwa : “JUALAN TIDAK SAMA DENGAN BUALAN”. = Selling Isn’t Telling

1.      Telling = Banyak Ngomong
Jangan terlalu banyak ngomong. Jadi dalam berjualan, jangan langsung tawarin produk. Karena belum tentu konsumen tersebut butuh produk yang ingin kita tawarkan.

2.     Selling = Banyak Nanya
Kasih mereka pertanyaan terlebih dahulu (Why).
Stepnya : Tanya—Dengar—arahkan – Closing.
Analogi penjual kepada pembeli : Seorang dokter kepada pasiennya. Dokter tersebut menanyakan keluhannya apa, kemudian biarkan pasien tersebut bercerita, dokter tersebut mendengarkan keluhan tersebut, lalu dokter mengarahkan untuk meminum obat apa yang cocok dengan keluhan tersebut.

  Ada 2 jenis jualan, yaitu jualan yang di  (TARIK) atau  (DORONG).

· (Tarik) adalah kita menyediakan tempat. Sehingga hal yang perlu kita lakukan adalah bagaimana kita menarik banyak pelanggan agar datang ke tempat jualan kita. Yang dimainkan dan dioptimalkan adalah dari segi Branding, Budgeting, dan promosi. (banyak- banyak doa, karena hanya Allah yang mampu menggerakkan hati pelanggan.. hehehe)

     (Dorong) adalah istilahnya kita “menjemput bola” . Caranya adalah kita membina orang. Kita berhubungan dengan distributor, Agen, Reseller, Prospek, dll.
Mau apapun jenis jualannya, yang penting kita harus percaya bahwa  “SETIAP PRODUK PASTI ADA JODOHNYA”. Kita sebagai owner dan penjual harus percaya dengan produk kita, karena kalau penjual nya saja tidak percaya, apalagi konsumennya.
    Sepatu hujan yang dijual di musim kemarau saja bisa terjual jika kita tahu caranya. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita tahu polanya.


 Dibawah ini adalah 4 kunci jago jualan:

1.        PENJUAL
Kita sebagai penjualan harus :
a.      Yakin sama produk yang akan kita tawarkan.
b.      Yakin produk kita ada manfaatnya.
c.        Yakin kita tau polanya.
d.      Yakin kita tau marketnya.

2.       PRODUK
Produk kita diharapkan dipromosikan baik secara offline maupun secara online. Sebnyak mungkin media sosial yang kita gunakan.

3.       PENAWARAN
Kita harus mengetahui gerak kompetitor kita. Dan tetap Fokus pada kelebihan kita, dan terus memperbaiki diri.

4.       PEMBELI
Dalam melakukan promosi, diharapkan konsumen tidak hanya membeli sekali, tapi kita berharap konsumen melakukan repeat order. Kemudian kita berharap konsumen tersebut, mempromosikan produk kita tersebut kepada orang- orang sekitarnya, karena WOM (Word Of Mouth) itu sangat penting, berita dari 1 orang ke orang sekitarnya membuat orang- orang sekitarnya tertarik dengan produk kita. Jadi kita membuat cara supaya konsumen tersebut mempromosikan ke orang- orang sekitarnya, baik secara langsung maupun melalui postingan di media sosial.


#Salam pengusaha muslim
#jangan lupa Dhuha
Semoga Bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Alat Musik